Bagi sebagian orang, umrah merupakan perjalanan pertama ke luar negeri sekaligus pengalaman pertama mengunjungi Makkah dan Madinah.
Rasa bahagia, haru, dan antusias tentu menjadi bagian dari perjalanan menuju Baitullah. Namun, tanpa persiapan yang cukup, jamaah pemula dapat mengalami berbagai kendala selama berada di Tanah Suci.
Mulai dari kelelahan, bingung mencari hotel, kehilangan barang, kurang memperhatikan kesehatan, hingga tidak mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terpisah dari rombongan.
Karena itu, memahami kesalahan yang sering dilakukan jamaah pemula dapat membantu kita mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik.
Berikut 7 kesalahan yang sebaiknya dihindari saat pertama kali melaksanakan ibadah umrah.
Umrah membutuhkan aktivitas fisik yang cukup besar.
Jamaah akan berjalan kaki, berpindah tempat, menunggu di bandara, menuju hotel, mengikuti ziarah, serta menjalankan rangkaian ibadah yang membutuhkan stamina.
Kesalahan yang sering terjadi adalah baru menyadari pentingnya kondisi fisik setelah tiba di Tanah Suci.
Biasakan berjalan kaki sebelum keberangkatan.
Tingkatkan aktivitas fisik secara bertahap.
Jaga pola tidur.
Konsumsi makanan bergizi.
Cukupi kebutuhan cairan.
Lakukan pemeriksaan kesehatan jika diperlukan.
Konsultasikan kondisi kesehatan kepada dokter, terutama bagi lansia atau jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menekankan pentingnya kesiapan fisik dan pengelolaan kondisi kesehatan sebelum perjalanan ibadah. Jamaah dengan penyakit kronis juga disarankan memastikan kondisi terkontrol dan membawa obat yang cukup.
Tips: Jangan menunggu sampai tiba di Makkah untuk mulai melatih stamina.
Karena ingin mempersiapkan segala sesuatu, jamaah pemula terkadang membawa terlalu banyak barang.
Padahal, semakin banyak barang yang dibawa, semakin sulit pula mengaturnya ketika berpindah hotel, naik bus, atau berada di bandara.
Pakaian secukupnya.
Perlengkapan ibadah.
Obat pribadi.
Dokumen perjalanan.
Sandal atau alas kaki yang nyaman.
Perlengkapan mandi sesuai kebutuhan.
Tas kecil untuk aktivitas harian.
Hindari membawa barang yang tidak diperlukan atau sulit dibawa selama perjalanan.
Prinsipnya: Bawa yang dibutuhkan, bukan semua yang dimiliki.
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah jamaah hanya mengandalkan rombongan tanpa mengetahui lokasi hotel.
Di tengah keramaian Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, jamaah dapat dengan mudah kehilangan arah.
Karena itu, sebelum berangkat ke masjid, pastikan mengetahui:
Nama hotel.
Alamat hotel.
Nomor atau identitas gedung.
Pintu atau akses yang biasa digunakan.
Meeting point rombongan.
Nomor Tour Leader.
Nomor Muthawwif atau pendamping.
Nomor teman sekamar.
Simpan informasi tersebut di handphone dan, bila perlu, tuliskan pada kartu kecil yang selalu dibawa.
Jangan panik.
Cari tempat yang aman dan hubungi Tour Leader atau pendamping. Jika sudah menentukan meeting point sejak awal, segera menuju titik tersebut apabila kondisi memungkinkan.
Tips Azana: Sebelum pertama kali menuju Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, pastikan jamaah sudah mengetahui rute dari hotel dan titik berkumpul rombongan.
Semangat beribadah terkadang membuat jamaah ingin melakukan semuanya sekaligus.
Pagi ke masjid, kemudian ziarah, kembali ke masjid, berbelanja, lalu kembali lagi untuk beribadah hingga malam.
Akibatnya, tubuh menjadi terlalu lelah.
Kelelahan fisik dapat membuat jamaah kurang nyaman menjalankan rangkaian ibadah berikutnya.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat kelelahan fisik akibat aktivitas berjalan dalam waktu lama sebagai salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan oleh jamaah.
Atur jadwal aktivitas.
Sisihkan waktu untuk tidur dan istirahat.
Jangan memaksakan diri ketika tubuh sudah lelah.
Sesuaikan aktivitas dengan kemampuan fisik.
Utamakan rangkaian ibadah daripada aktivitas tambahan yang tidak mendesak.
Ingat: Banyak beraktivitas bukan berarti ibadah menjadi lebih baik. Menjaga kondisi tubuh juga merupakan bagian dari ikhtiar agar dapat beribadah dengan optimal.
Cuaca dan aktivitas fisik dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.
Kesalahan yang sering dilakukan jamaah adalah baru minum ketika sudah merasa sangat haus.
Padahal, dehidrasi dapat ditandai dengan rasa haus berlebihan, lelah, pusing, mulut kering, urine berwarna lebih gelap, dan frekuensi buang air kecil yang berkurang.
Minum air secara berkala.
Membawa air saat beraktivitas.
Minum sebelum melakukan aktivitas yang cukup berat.
Lebih memperhatikan kebutuhan cairan saat cuaca panas.
Tidak mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan.
Kementerian Kesehatan Saudi juga mengingatkan agar jamaah tidak menunggu sampai haus untuk minum dan memenuhi kebutuhan cairan secara berkala.
Catatan: Jamaah dengan kondisi medis tertentu sebaiknya mengikuti anjuran dokter mengenai kebutuhan cairan.
Jamaah yang baru pertama kali ke Arab Saudi terkadang belum terbiasa dengan kondisi cuaca setempat.
Berjalan terlalu lama di bawah sinar matahari dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas dan dehidrasi.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada 2026 kembali menganjurkan penggunaan payung untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari dan membantu menurunkan risiko heat exhaustion, heatstroke, serta dehidrasi.
Gunakan payung ketika berada di bawah matahari.
Minum secara berkala.
Istirahat di tempat teduh.
Hindari aktivitas fisik berlebihan saat cuaca panas.
Gunakan pakaian yang nyaman.
Perhatikan kondisi tubuh.
Jika mulai merasa pusing, lemas, mual, atau tubuh terasa sangat panas, segera berhenti beraktivitas dan mencari tempat yang lebih sejuk.
Kesalahan terakhir yang sering dilakukan jamaah pemula adalah malu bertanya.
Padahal, tidak mengetahui sesuatu selama perjalanan adalah hal yang wajar, terutama ketika pertama kali berada di Tanah Suci.
Jangan ragu bertanya kepada:
Tour Leader.
Muthawwif.
Pembimbing ibadah.
Petugas hotel.
Pendamping rombongan.
Tanyakan apabila belum memahami:
Rute menuju hotel.
Jadwal keberangkatan.
Titik kumpul.
Jadwal ziarah.
Tata cara ibadah.
Informasi makanan.
Penggunaan fasilitas hotel.
Kondisi kesehatan yang sedang dialami.
Lebih baik bertanya daripada mengambil keputusan sendiri yang justru membuat perjalanan menjadi sulit.
Selain menghindari kesalahan di atas, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membuat perjalanan lebih nyaman.
Simpan nomor:
Tour Leader.
Muthawwif.
Travel.
Hotel.
Teman sekamar.
Keluarga di Indonesia.
Bawa barang yang benar-benar dibutuhkan ketika menuju masjid agar tidak terlalu terbebani.
Jamaah akan banyak berjalan. Pilih alas kaki yang nyaman dan sudah biasa digunakan sebelum keberangkatan.
Berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.
Jamaah sebaiknya mengikuti informasi dan jadwal yang diberikan oleh Tour Leader atau travel, terutama terkait keberangkatan, titik kumpul, transportasi, dan aktivitas rombongan.
Sebelum berangkat melakukan aktivitas, pastikan:
Membawa identitas atau kartu jamaah.
Membawa handphone.
Baterai handphone cukup.
Menyimpan nomor Tour Leader.
Mengetahui lokasi hotel.
Mengetahui meeting point.
Membawa air minum.
Menggunakan alas kaki yang nyaman.
Membawa obat pribadi jika diperlukan.
Tidak sedang dalam kondisi terlalu lelah.
Menunaikan umrah untuk pertama kalinya tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Namun, jamaah pemula perlu memahami bahwa perjalanan umrah bukan hanya tentang kesiapan ibadah, tetapi juga kesiapan fisik, mental, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Tujuh kesalahan yang perlu dihindari adalah:
1. Tidak mempersiapkan kondisi fisik.
2. Membawa terlalu banyak barang.
3. Tidak mengetahui lokasi hotel dan meeting point.
4. Memaksakan diri terlalu banyak beraktivitas.
5. Kurang memperhatikan kebutuhan cairan.
6. Mengabaikan kondisi cuaca.
7. Malu bertanya ketika tidak memahami sesuatu.
Dengan persiapan yang matang, mengikuti arahan pendamping, menjaga kesehatan, dan tidak memaksakan kemampuan diri, insyaAllah perjalanan umrah dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan tenang.
Ketentuan kesehatan dan perjalanan dapat berubah sesuai kebijakan otoritas Indonesia dan Arab Saudi. Jamaah sebaiknya selalu mengikuti informasi terbaru dari pihak travel dan sumber resmi sebelum keberangkatan. Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyediakan informasi kesehatan jamaah dan memperbarui persyaratan sesuai perkembangan kebijakan.
Azana Tour siap membantu jamaah mempersiapkan perjalanan menuju Tanah Suci, mulai dari informasi program, persiapan keberangkatan, manasik, hingga pendampingan perjalanan.
Persiapkan umrah Anda bersama Azana Tour agar perjalanan menuju Baitullah lebih aman, nyaman, dan berkesan.
Konsultasikan rencana ibadah anda bersama tim kami, gratis tanpa syarat.
Konsultasi Sekarang